Jumat, 18 September 2015

INI LAH BIBIT BARU BAGI GENERASI PENERUS UNTUK PELAUT INDONESIA



JAKARTA-Sebagai negara maritim, Indonesia ternyata memiliki kemampuan untuk menghasilkan para pelaut-pelaut yang memiliki lisensi bertaraf Internasional. Dalam setahun, sebanyak 1.000 pelaut dicetak dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang ada di seluruh Indonesia.

"Kami telah menghasilkan sekitar 1.000 orang untuk perwira dari Departemen Perhubungan, padahal total kebutuhan pelaut dunia itu sekitar 7.000 orang per tahunnya," ungkapnya saat berbincang dengan oleh media masa, yang ditulis, Sabtu (28/6/2014).

Saat ini, STIP milik Departemen Perhubungan di Indonesia setidaknya terdapat 10 sekolah yang tersebar di enam kota yaitu Aceh, Makassar, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Sorong.

Hanya saja, lanjut dia, dari 1000 lulusan yang mampu dihasilkan oleh Indonesia tersebut mayoritas bekerja untuk perusahaan-perusahaan luar negeri. "Selama ini pelaut alumni STIP banyak tersedot ke luar negeri, karena gaji lebih besar. Soalnya ijazah kita sudah standar internasional," jelas dia.

Disparitas gaji antara bekerja di luar negeri dengan di dalam negeri, menurut Eko, disebabkan perusahaan pelayaran lokal kurang mampu bersaing. Untuk itu, dia berharap, ke depan Indonesia akan dapat menjadi pelopor industri pelayaran mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Ked epan harapannya ya lebih banyak lagi industri pelayaran, sehingga tidak banyak terserap ke luar negeri," pungkas Eko.

Jumat, 04 September 2015

TURUT BERDUKA KEAPADA AWAK KAPAL TERSEBUT


DETIK-DETIK KM.MERATUS BANJAR 2 TENGGELAM





Kapal kontainer KM Meratus Banjar 2 tenggelam di 18 mil perairan Masalembo, Rabu, 2 September 2015, sekitar pukul 10.00 WIB. Perairan Masalembo berada di pertemuan Laut Jawa dan Selat Makassar.

"Informasi yang kami dapatkan, kapal tenggelam akibat kebocoran di kamar mesin," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama m Zainudin, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu malam.

Kapal bertolak dari Surabaya hendak menuju Makassar. Dua kru mesin dan satu kadet belum ditemukan dalam kejadian itu. Saat ini KM Meratus Spirit I sedang menuju ke lokasi.

"Kami juga mengirimkan KRI Pulau Rimau dan KRI Owa menuju ke lokasi untuk membantu evakuasi korban," kata Zainudin.

KRI Pulau Rimau sedang bergerak ke sana. Sedangkan KRI Owa sedang mengisi bahan bakar dan akan digerakkan ke lokasi. Zainudin mengatakan kecelakaan ini sedang ditangani Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak Surabaya.